Dear suamiku tersayang

Assalamu'alaikum. 

Dear suamiku tersayang (nanti) . 
Aku punya permintaan atas kesadaran ku sendiri mengenai kurang dan lebihnya sifatku. Mungkin ini akan banyak memakan waktu, tapi ku harap kamu punya sedikit waktu untuk membacanya. 

Dear suamiku,
aku adalah wanita biasa yang sangat menyukai penampilan ku, aku sangat suka berhias diri, ku harap kau terbiasa menungguku berhias sebentar saja mungkin stgh jam cukup bagiku agar terlihat cantik di hadapanmu, kalau pun kamu tidak mengizinkan aku menggunakan makeup saat keluar sejengkal dari rumah, aku tidak akan berhias, dan membiarkan dirimu tidak ridho atas sifatku itu. Aku akan berusaha, tapi tolong katakan dengan nada pelan pelan ya, jangan membentakku. Aku rapuh sayang. . Aku senang sekali jika dirimu bilang aku cantik, bidadari surgaku, dan kata kata indah yang bisa menyejukkan hatiku. Betapa bahagianya aku bersamamu! Betapa bersyukurnya diriku memiliki mu sayangku. 

Dear suamiku,
aku adalah wanita yang jarang sekali memasak, aku sangat suka jajan diluar, tapi aku sedikitnya bisa membahagiakanmu dengan masakan yang aku bisa. Aku harap kamu mau memakan sedikit saja, bahkan jika makanannya terlalu asin atau hambar kamu mau tetap berusaha memakanya walau sedikit dan memberi tahuku tanpa mencela masakan yang sudah ku buatkan dengan usaha yang tidak mudah, dengan pekerjaan rumah tangga yang menumpuk, dan jelas aku ini suka sekali dipuji, pujilah sedikitnya masakan ku itu, agar aku semangat untuk membuktikan kalau aku bisa menjadi istri yang serba bisa dan impian mertua, orangtuamu .. yaa insyallah orangtuaku juga.

Dear suamiku, 
aku adalah wanita biasa, saat ini aku bekerja sebagai analis mikrobiologi disalah satu perusahaan kecil farmasi di daerahku, aku harap kamu bersabar atas lelahku, atas semua kegiatanku, mau bersabar menunggu ku, dan berkenan mendengarkanku atas hiruk pikuk pekerjaan ini. Seandainya nanti kau adalah suamiku, tidak mengizinkan ku untuk bekerja disana, atau harus pindah ke salah satu tempat atau berhenti bekerja agar menjadi ibu rumah tangga saja, Insyaallah aku akan mengikuti dengan ikhlas yang kau minta, kau ridhoi aku mencoba belajar dan peluklah aku dengan kata kata, berilah senyuman jangan menyindirku, aku lemah, kuat saja saat bekerja tapi ketika aku lelah aku ingin kamu menjadi sandaran pertama ku, dan akupun begitu terhadapmu. . 

Dear suamiku,
aku adalah wanita biasa, jika nanti Allah titipkan kita buah hati yang cantik, tolong kita buat ia takut kepada Allah, kita bertaubat dari masalalu kita, kita berdoa bersama meminta kepada Allah kelak nanti anak anak kita adalah anak yang Sholeh dan Sholehah, yang baik kepada sesamanya, dan takut kepada Allah. Kita sama sama belajar dengan nya, jika aku sedang kerepotan dengan anak yang 1, kau mau membantu anak kita yang kedua mengaji, mengerjakan PR, menyiapkan baju dan peralatan sekolahnya, saling membantu satu sama lain ya, aku ingin kita sama sama diingat keharmonisannya oleh anak kita nanti, menjadi qurrata ayyun.. penyejuk mata.

Dear suamiku
aku adalah wanita biasa, jika nanti berat badanku bertambah atau berkurang, tolong jangan mengejekku, jangan menghindar dariku, aku ini rapuh dengan kata kata. Aku tidak bisa menjaga berat badanku, aku banyak menghabiskan waktuku untuk pekerjaan rumah, sehingga berat badanku tidak terkontrol dengan baik. Tolong sayang jangan marah padaku, peluklah aku, kita berolahraga bersama. Sayang aku tau wanita diluar sana akan lebih menggoda imanmu, tapi tolong berpikir lah sayangku.. aku bertahan untukmu dari titik nol sampai kau tumbuh menjadi orang sukses (miliarder) insyaallah... 

Dear suamiku, 
aku adalah wanita biasa, tolong ingatkan aku tentang perkara yang baik, tentang sholat wajib, bangunkan aku untuk tahajud, sempurnakanlah aku dengan ridhomu menuju Jannah, bimbing aku kejalan yg kau ridhoi, surgaku ada padamu setelah ayah dan ibuku, aku ingin bersama sama denganmu hidup bahagia di dunia dan kelak disurga, bersama anak anak kita, nanti. Sayangku, izinkan aku mencium tanganmu yang lelah bekerja seharian, membukakan pintu untukmu, menunggumu dirumah dengan keadaan cantik dan wangi, insyaallah aku belajar menjadi wanita baik. Peluk lah aku dengan kata kata, aku lemah, aku ingin sekali berpacaran setelah menikah. Lebih mesra ketika berdua, sayang aku akan berusaha membuatmu jatuh cinta setiap hari kepadaku. Sabarlah sayang, Allah belum menemukan kita. Insyaallah sebentar lagi. Doa doa doa terus 
Robbi habli milladunka zaujan thayyiban wayakuna shohiban Lifiddini waddunya wal akhiroh.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Biodata

Dari DM Ta'aruf Khitbah

Aku memutuskan untuk pergi